Tanggamus Akan Menjadi Percontohan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Kabupaten Tanggamus bakal menjadi percontohan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di provinsi lampung. Dan ini Tentunya, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kabupaten Berjuluk Begawi Jejama ini. Hal tersebut disampaikan oleh Andi kholil Kepala Bidang Pengembangan Dinas Sosial mewakili Kadis Sosial zulpadli di ruang kerjanya, Rabu (06/01/2021).

Sistem Layanan dan Rujukan terpadu ini, meski belum keluar Surat Keputusan (SK) dari Geburnur Lampung Arinal Djunaidi, namun Andi Kholil Kabid Pengembangan Sosial Kabupaten Tanggamus, merasa bangga. Karna Geburnur menyampaikan bahwa SLRT Kabupaten Tanggamus akan menjadi percontohan.

“Jadi SLRT Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, menjadi l percontohan Provinsi Lampung. Cuman secara tertulis SK-nya belum ada, tapi sudah ada penetapan dari Gubernur Lampung kemarin.” ungkap Andi Kholil di ruang kerjanya.

Lanjutnya Andi . “Kemarin Kadis Sosial Zulpadli diminta untuk ikut pemaparan di kantor Gubernur, bahwa akan ditetapkan dan akan diusulkan ke Kementerian, sebagai Kader jadi istilahnya baru kampanye dan secara tertulis nya belum ada.” Terangnya

Kemudian mantan Kasubag Perundangan bagian hukum Setdakab Tanggamus menegaskan, bahwa percontohan SLRT Kabupaten Tanggamus ini pun sudah diusulkan ke Kementrian Sosial.

“SLRT bukan wacana, namun sudah disampaikan, karena kemarin rekomendasi sudah disampaikan ke Kementerian. Bahwa SLRT Kabupaten Tanggamus oleh Gubernur Lampung, sudah diusulkan ke Kementerian.” Tegasnya.

Masih dengannya. Jadi di dalam SLRT itu ada Pada, yang tugasnya menampung aspirasi masyarakat yang butuh bantuan dan yang komplain. Jadi pukesos menampung aspirasi, kemudian aspirasi itu dibawa di musyawarah Pekon.

“Jadi SLRT kepada masyarakat, karena di dalam itu kan ada skemanya. jadi artinya, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar segera menghubungi Puskesos, supaya dimasukkan datanya di DTKS. Sebab, DTKS ini adalah daftar orang-orang yang layak menerima bantuan. Tapi tidak semua di DTKS menerima bantuan, karena dia ada kelas-kelasnya juga.” Ungkap Andi khalil mewakili Kadis Sosial.

Agar masyarakat kabupaten Tanggamus terdaptar sebagai penerima manfaat dari bantuan sosial, Kabid berharap dengan sudah ditentukannya waktu selama delapan hari, warga segera melengkapi data dan mengajukan ke Puskesos di Pekon masing-masing.

“Untuk pengumpulan data, kita sudah siapkan berkas-berkasnya. namun berkas tersebut, belum ada tandatangan dan belum kita kirim ke Pekon. Dari tanggal 5 Januari, sampai dengan tanggal 13 Januari 2021, pengumpulan data harus selesai”, tutupnya(Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com