Soal Narkoba Sekda Tanggamus, Warga Buat Surat Terbuka

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Oktarika, PNS PU Lampung, yang turut digerebek di Hotel Emersia, Bandar Lampung, dan memiliki barang bukti happy five.

Bandar Lampung – Peristiwa penangkapan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri oleh Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama teman wanitanya oknum PNS Pemprov Lampung Oktarika, dan satu anggota DPRD Tanggamus Nuzul Irsan Fraksi PDIP, dua pegawai swasta Doni Lesmana bin taufik dan Eddi Yusuf bin Anang Yusuf, membuat masyarakat mengeluarkan pernyataan prihatin.

Keprihatinan itu bukan karena mereka ditangkap, tetapi karena aparat belum menetapkan Sekda Tanggamus sebagai tersangka. Padahal, penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat pada Sabtu, 21 Januari 2017, sekitar pukul 23.30 wib di kamar 207 Hotel Emersia Bandarlampung. Mereka tertangkap dengan bukti 2 butir happy five) dan di dalam kotak perhiasan milik Oktarika ditemukan 2 butir pil erimin 5 happy Five), sedangkan dua lainnya tidak ditemukan barang bukti.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai, status Mukhlis baru akan ditetapkan setelah 1 x 24 jam setelah ditangkap.

Abrar mengatakan, pihaknya pihaknya kini juga masih mendalami keterlibatan Nuzul Irsan, anggota DPRD Tanggamus dari PDIP, dan seorang pria bernama Eddi Yusuf.

“Hasil tes urine mereka, untuk zat amphetamine dan methapetamine negatif, tapi untuk happy five-nya positif,”ungkapnya.

Warga bernama Resmen Kadafi menulis surat terbuka melalui media sosial facebook. Dia meminta petinggi negara, khususnya Kapolri, memberi perhatian kepada kasus penyalahgunaan narkoba di Provinsi Lampung. (MS)
Surat terbuka warga Lampung an. Resmen Kadafi, tentang penegakan hukum di Lampung yang tebang pilih.
Hal ini disampaikannya, terkait OTT narkoba sekda tanggamus & anggota DPRD di hotel, dan pelaku dinyatakan negatif narkoba oleh polda lampung.
Kpd bpk presiden ri
Cq kapolri ri
Di jakarta
Assalamualaikum wr wb
Kami masyarakat lampung yang merupakan bagian salah satu dari provinsi yang tergabung dalam sebuah negara indonesia menyatakan salam persatuan dan salam KEADILAN.
Sehubungan dengan maraknya kejahatan yang ada di provinsi lampung maka kami meminta perhatian khusus bapak presiden dan bapak kapolri agar penegakan hukum di provinsi lampung tidak ada tebang pilih tumpul ke atas tajam ke bawah,sehubungan dengan sengketa tanah,narkoba,asusila,curas,korupsi,dan banyak pidana murni yang memang layak untuk penindakan dan penegakan hukum secara profesional tanpa menggantung status dalam suatu perkara dan bahkan lenyap dimakan rayap.
Kami masyarakat lampung meminta bapak kapolri melakukan inspeksi dan monitor perkara yang terjadi di lampung,kami butuh kapolda yang keberadaan nya dapat menegakkan keadilan bukan membuat masyarakat ketakutan dan meresahkan perasaan kami tentang matinya keadilan di bumi lampung.
Proses hukum para aparatur negara yang narkoba jangan semua muanya mau di rehabilitasi gimana mau bersih dari narkoba kalau pengguna dan pengedar malah bebas berkeliaran hampir merata narkoba di konsumsi dari rakyat yang meniru para pejabat dari tingkat bawah sampai petinggi.
Kami butuh kapolres yang berani menegakkan keadilan dan memproses laporan masyarakat tentang para kelompok masyarakat yang hobi menyerobot lahan masyarakat dan ini harus penegakan hukum bukan damai dan di 86 kan oleh oknum.
Kami butuh penyidik yang tidak  bisa di intervensi oleh para penguasa dan pemodal demi mengancam masyarakat.
Kami butuh reformasi birokrasi di tubuh kepolisian polda lampung.
TEGAKKAN KEADILAN WALAU LANGIT AKAN RUNTUH
Demikian harapan kami sampaikan kepada bapak presiden dan bapak kapolri yang terhormat.
Dengar suara hati masyarakat lampung adalah mendengar ketidak adilan di negeri ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com