Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin, Rakor Arah Kebijakan Penyusunan KUA PPAS

Bagikan
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotaagung (HS) – Pj Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, menggelar Rapat Koordinasi Penentuan Arah Kebijakan Penyusunan KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara dengan Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus terpilih tahun 2018-2023 di ruang rapat utama Bupati Tanggamus. Senin (3/9/2018).

Kegitan tersebut dihadiri juga Wakil Bupati Terpilih Hi. Syafii, Andi Wijaya, Sekda Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, Staf Ahli Bupati sekaligus Ketua Tim Transisi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Para Asisten, Para Kepala Dinas Instansi, Para Camat se-Kabupaten Tanggamus.

Dalam sambutannya Pejabat Bupati Zainal Abidin mengatakan bahwa sengaja mengundang Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam rapat dengan tujuan guna mensinkronkan antara APBD 2019 dengan program program Bupati terpilih yang akan dibuat dalam tahun Anggaran 2019 mendatang.

“Hal ini sesuai dengan aturan yang mengharuskan untuk di singkronkan dengan program rencana Bupati dan Wakil Bupati terpilih sehingga nanti bisa dapat terwujud,”ujar Pj Bupati Zainal Abidin.

Kemudian, kegiatan rapat dilanjutkan dengan penyampaikan ekspos rencana program APBD 2019 oleh Kepala Bappeda Tanggamus yang di sinkronkan dengan 55 aksi yang akan dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih setelah dilantik.

Usai menyimak paparan dari Kepala Bappeda Wakil Bupati terpilih Hi. Syafii merasa puas pasalnya semua program 55 aksi hampir terakomodir semua dalam APBD 2019 nanti.

Ditemui terpisah setelah usai pertemuaan Wakil Bupati Tanggamus terpilih, A. M Syafii mengatakan, bahwa secara garis besar 55 program Aksi Asik sudah tercover dalam APBD 2019 yang tahapannya dimulai dari penyusunan KUA-PPAS.

” Sesuai dengan Perundang-undangan, bahwa Program kampanye dari bupati dan wakil bupati Tanggamus harus disinkronkan sehingga klop, dan apa yang dipaparkan oleh Bappeda tadi sebagian besar sudah mencover, “kata Syafii.

Syafii melanjutkan bahwa, APBD 2019 yang sedang disusun nanti harus sehat, dalam artian tidak ada defisit anggaran.” Semua program insya Allah masuk, hanya saja menyesuaikan dengan anggaran, caranya volume dikurangi misal pengadaan alat ultra sonografi (USG), dari 22 Puskesmas, kita coba anggarkan lima puskesmas dulu, sisanya bertahap. Kemudian untuk program satu pekon satu Ambulance kita juga bersinergi dengan pemerintah pekon, nanti ada dana sharing dari pekon, pungkas Syafii. (Sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com