Pemkab Lampung Utara Janji Bayar Tunggakan Kontraktor Februari

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Merespon kedatangan kontraktor yang menagih pembayaran sisa tagihan proyek, pemerintah Lampung Utara berjanji segera membayar.  “Kalau Perbupnya sudah selesai. Jadi semua yang berkenaan dengan rekanan yang belum diselesaikan di tahun 2016 akan dibayar Februari mendatang,” 2ata Kepala BPKAD Lampura Hi.Budi Utomo, melalui Sekretarisnya Desyadi, di ruang kerjanya, Selasa,(24/1/17).

Anggaran termin kedua sebesar 60 persen a2an dibayar sekitar awal bulan Februari 2017. Berbagai permasalahan yang menjadi penyebab terjadinya keterlambatan tersebut, kata Desyadi, termasuk dana sertifikasi yang mengendap di tahun 2013 dan dihitung ulang oleh pemerintah pusat.”Jadi kami harap semua rekanan dapat bersabar dan kita janji bulan februari semuanya dapat diselesaikan termasuk dana DAK Disdik Lampura,”Ringkasnya.

Diberitakan sejumlah rekanan di Lampura mempertanyakan dana anggaran sebesar 60 persen setelah serah terima pekerjaan(PHO) dari alokasi proyek APBD Perubahan 2016.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kontraktor di Kabupaten Lampung Utara mempertanyakan dana anggaran 60 % setelah serah terima pekerjaan (PHO) dari alokasi proyek APBD Perubahan 2016. “Kalau uang muka sebesar 30 persen sudah kita terima pada bulan November 2016. Tapi untuk yang 60 persen setelah PHO, belum ada. Dinas PU bilang kas anggaran tidak ada,” ujar Hasan, salah satu direktur perusahaan yang ada di Lampura, Senin(23/1).

Hasan mengatakan, jika semua tugas rekanan sudah diselesaikan hingga kepada tahapan PHO. “Artinya pemerintah daerah punya utang terhadap rekanan. Seharusnya setelah dilakukan serah terima pekerjaan, biaya 60 persen segera dibayarkan. Karena APBD Perubahan satu tahun anggaran dengan APBD murni,” katanya.

Hal senada diungkapkan Dikin, rekanan lain. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya dapat mempertimbangkan uang milik rekanan yang belum dibayarkan. “Karena banyak keperluan rekanan yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

Terkait kosongnya anggaran di kas Pemkab Lampura, Kepala BPKAD H. Budi Utomo, dihubungi berulang kali nomor ponselnya di 0813794687** dalam kondisi non aktif sekitar pukul 11.58 WIB, (23/1).

Sementara Kabid Anggaran BPKAD Lampura Yustian.St. enggan berkomentar, dengan setengah hati meminta para awak media untuk keluar ruangnya. “Saya sedang sibuk, kalau soal itu (belum dibayarkan uang rekanan, red) langsung aja ke Pak Budi (kepala BPKAD, red),” ujarnya dengan nada tidak bersahabat. (efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com