Pemerintah Tambah Dana KUR untuk Pertanian dan Perikanan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Pemerintah meningkatkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp 100 trilun menjadi sebesar Rp 110 pada tahun 2017 ini. Tujuannya, agar KUR juga mengalir ke sektor produksi di luar perdagangan, yaitu pertanian dan perikanan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Asmawi Syam, menjelaskan Menteri BUMN, Rini Soemarno, telah memberikan arahan untuk menyalurkan KUR ke sektor produktif.

“Ibu Menteri (Rini Soemarno) juga memberikan arahan kepada perbankan supaya KUR ini harus diberikan ke sektor produksi di luar perdagangan,” kata Asmawi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/1/2016).

Ia menjelaskan, target penyaluran ke sektor produksi di luar perdagangan naik sebesar 40%, dari tahun sebelumnya yang hanya terealisasi sebesar 17%.

“Kita tahun ini progresif untuk mendorong sektor pertanian dan perikanan. Jadi pencapaian ekonomi mereka tercapai dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, Deputi Kebijakan Ekonomi Makro Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, pemerintah melakukan antisipasi terjadinya resiko kredit macet, dengan adanya kenaikan KUR. Yakni, dengan cara menaikkan iuran penjaminan.

“Tadinya iuran 1,5 persen, sekarang menjadi 1,75 persen supaya menutupi risiko kredit tahun ini. Jadi kalau kredit macet, bisa dicover melalui penjaminan tersebut,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com