Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Tetap Semangat Disiplin 3M

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung 31 Desember 2020 – Pandemi Covid-19 belum berakhir, oleh karena itu, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, etap semangat dan optimis.

Pandemi Covid-19 telah memporak porandakan hampir seluruh sektor, sejak terkonfirmasi kasus Covid-19 pada Bulan maret 2020. Tidak  hanya sektor kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian.

Berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Setelah tiga bulan diberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), di bulan Juni pemerintah mengeluarkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru, masyarakat dibebaskan beraktifitas namun harus dengan protokol kesehatan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Menjaga jarak.

Disamping itu pemerintah menggulirkan kebijakan-kebijakan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional

Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Berbagai bantuan dan subsidi pun digulirkan menyasar berbagai kalangan, mulai dari pengangguran, karyawan swasta, pelaku usaha kecil dan mikro (UMKM), aparatur sipil negara (ASN), bahkan murid dan mahasiswa. Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam siaran Pers memaparkan:

Hingga 23 Desember 2020, progres realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp502,71 Triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp695,2 Triliun. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penyaluran program PEN hingga akhir tahun 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional, juga guna penanganan COVID-19 bidang kesehatan.

Dua klaster di dalam Program PEN mencatat pencapaian lebih dari 90% yaitu klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp217,99 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp230,21 Triliun, dan klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau Rp107,93 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp116,31 Triliun.

Selanjutnya klaster Sektoral K/L dan Pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp59,77 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp67,86 Triliun, klaster Kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp54,13 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp99,5 Triliun, klaster Intensif Usaha mencapai realisasi sebesar 45,4% atau Rp54,73 Trililun dari alokasi anggaran sebesar Rp120,61 Triliun.

Dan  terakhir klaster Pembiayaan Korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp8,16 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp60,73 Triliun.

“Realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada Kuartal IV 2020 ini, telah mencapai Rp 184,3 Triliun jika dibandingkan dengan realisasi per 30 September 2020 sebesar Rp 318,48 Triliun.

Dua klaster dengan peningkatan realisasi tertinggi adalah klaster perlindungan sosial dan dukungan sektor UMKM dengan capaian di atas 90%. Di dalam kedua klaster ini terdapat sejumlah program yang telah mencapai realisasi 100%,”  Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

Dimulainya era digitalisasi disegala bidang

Dampak Pandemi Covid-19, selain dampak negatif terhadap sosial ekonomi, namun disisi lain terdapat dampak positif, yaitu lahirnya era digitalisasi disegala bidang dan menyentuh segala lapisan masyarakat. Akibat dibatasinya berkumpul dan interaksi antar personal, apalagi diberlakukannya Work From Home (WFH) masyarakat menjadi terbiasa melakukan sesuatu dengan istilah Online atau Daring.

Setelah 9 bulan berjalan pandemi covid-19, kini Media Sosial dipenuhi dengan promosi/iklan kegiatan jual beli masyarakat. Dan  Perusahaan yang telah masuk ke Plateform Digital Marketing dimasa pandemi ini  yang mengalami peningkatan pendapatan. Juga masyarakat umum sudah mulai dengan berbisnis online, dan apapun kini mulai dijual melalui online.

Contoh kecil : Sebelum pandemi covid-19, setiap pagi penjual keliling  sarapan pagi berupa nasi uduk, lontong sayur dan penganan, berkeliling komplek setiap pagi menghampiri pelanggan tetapnya dan ia berjualan hanya dalam tempo 2 jam saja pukul 6-8 pagi.

Apa yang terjadi ketika diberlakuka WFH, dalam beberapa hari jualannya tidak laku karena orang tidak harus cepat sarapan pagi.

Pedagang sarapan keliling ini rupanya cepat merubah kebiasaan, semua pelanggan di kasih nomor WhatsApp, dia berjualan di rumah dengan menambah servis Pesan antar.

Karena waktu jualannya makin panjang. Ia menambah jenis jualannya. Yang awalnya ia jualan hanya dua jam sekarang bisa jualan pagi sampe sore.

Pesan moral, “Jangan menyerah sesulit apapun, karna Tuhan telah menegaskan disetiap kesulitan pasti ada jalan”

Selamat Tahun Baru 2021, Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan dan kecerdasan agar kita selalu kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com