Menpora Imam Nahrawi Mendapat Gelar Adat Lampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, beserta istri Shobibah Rohmah, mendapatkan gelar adat Lampung pada acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Lampung SAI DKI Jakarta dan Daerah Khusus Cikoneng Banten, periode 2016 – 2019 di Gedung Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (09/12/2016) sore.

Imam dan Shobibah, maisng-masing mendapatkan Gelar Raja Marga Alim dan Ratu Mustika dari Lembaga Adat Gunom Ragom Negararatu Sungkai Bunga Mayang, Lampung.

Pemberian Gelar Adat Raja Marga Alim sebagai bentuk penghormatan karena Imam dinilai menjadi tokoh nasional yang mengambarkan sosok rendah hati, kesederhanaan dan tercermin dalam pribadinya nilai-nilai agama.

Sedangkan Shobibah Rohmah diberi Gelar Adat “Ratu Mustika” karena dinilai sebagai sosok yang sejuk, ramah, penuh kesungguhan dan mendampingi tugas suami tercinta dengan penuh kesabaran dan ketelatenan dengan segala kepadatan tugas kenegaraan menjadi nilai tambah ketika harus bertanggungjawab mengurusi ketujuh anaknya.

Dalam sambutannya, Imam mengucapkan selamat kepada atas pelantikan Pengurus Daerah Lampung SAI DKI Jakarta dan Daerah Khusus Cikoneng Banten Tahun 2016 – 2019.

“Semoga bisa melaksanakan amanah dengan baik dan terus mengibarkan semangat Lampung SAI ke seluruh Indonesia dan penjuru dunia. Sungguh saya belum pantas menerima anugerah ini karena belum buat sesuatu bagi Lampung. Karena ini adalah pemberian dan penghormatan, maka saya ucapkan terima kasih dan saya akan melaksanakan sebaik mungkin tugas dan amanah ini,” kata Imam.

Imam meminta kepada Pemda Lampung untuk merancang festival ini dengan baik. “Mari kita bersama-sama untuk merancang Festival Way Kambas pada tahun 2017. Kita buat Way Kambas itu menjadi olahraga rekreasi dan olahraga masyarakat dan kita buat seperti Tour de Way Kambas. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Lampung Timur tepatnya Way Kambas. Saya melihat Festival Way Kambas ke-13. Saya yakin ini akan menjadi festival internasional,” tambah Imam.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Lampung Sai, Komjend Pol. Sjachroedin, didamping Bidang humas Juniardi SIP MH menyampaikan Lampung SAI terdapat perwakilan di beberapa daerah.

Yaitu Bengkulu, Jambi, Palembang, Kalimantan Timur, Jakarta, Banten, Cikoneng dan lain-lain. Pengurus terdiri dari lintas suku, agama, lintas generasi, serta lintas profesi (dosen, pengacara, legislatif, pengusaha, para birokrat serta mantan-mantan pejabat). “Lampung Sai didirikan dengan tujuan sebagai wadah pemersatu untuk berbhakti bagi nusa dan bangsa, dan kemajuan Lampung tercinta,” ucapnya.

“Setelah pelantikan Pengurus DPP Lampung SAI Masa Bhakti 2016-2019 bulan lalu, pusat DPP Lampung SAI berada di Provinsi Lampung. Daerah atau Provinsi lain menjadi DPD, termasuk DKI Jakarta, yang dulunya menjadi pusat Lampung SAI,” tambah Sjachroedin.

Sjachroedin mengajak pengurus serta keluarga besar untuk terus menjaga kebersamaan dalam bingkai demokrasi. Lampung SAI tidak ada misi politik apapun, hanya murni organisasi sosial yang ingin ikut andil dalam pembangunan Lampung. Semoga Lampung SAI bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas.(*)

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com