Kecewa, Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Utara akan ‘Ajari’ Bupati Budi Utomo Memaknai Kemitraan Kerja

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Utara Yusrizal, S.T.

Kotabumi (HS) – DPC Partai Demokrat Kabupaten Lampung Utara berduka cita atas meninggalnya Edi Sarnobi, salah satu kader terbaik DPC Partai Demokrat Lampung Utara. Namun di balik kepergian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Lampung Utara itu, menyisakan rasa kecewa. Seperti diungkapkan Ketua DPC Demokrat Muhammad Yusrizal.

Sebagai mitra kerja legislatif, semestinya eksekutif peduli manakala mitranya sedang dilanda musibah. Bagai api jauh dari panggang, mungkin itu pepatah yang tepat untuk menggambarkan peristiwa ini. Hingga pemakaman almarhum Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampung Utara Edi Sarnobi, Bupati Lampung Utara tidak hadir. Inilah yang membuat Ketua DPC Demokrat Lampung Utara Muhammad Yusrizal, kecewa dan prihatin.

Ironisnya selain Bupati, jajaran pejabat eksekutif pun tidak terlihat saat prosesi pemakaman kader Demokrat Dapil dua yang meninggal pada Sabtu 13 Maret 2021 lalu, “Ini fakta, tidak ada sedikitpun kepedulian pihak eksekutif terhadap keluarga almarhum,” kata Yusrizal, Senin (15/04).

Yusrizal mengakui selama ini dirinya sedang berdiam diri, namun melihat fenomena ini membuatnya angkat bicara. Yusrizal menilai ketidakpedulian telah ditunjukkan eksekutif dengan bukti Bupati maupun jajaran pejabat eksekutif lainnya tidak datang sebagai wujud berbela sungkawa, apalagi menghadiri prosesi pemakaman almarhum Edi Sarnobi.

“Kami tidak mengharap apa-apa, kehadiran pihak eksekutif sudah menandakan mitra kerja yang baik, tapi ternyata semua membuat saya pribadi kecewa, saya bicara ini bukan karena semata-mata yang meninggal kader Demokrat, tapi ini dasar kemanusiaan,” ujar Yusrizal.

Masih kata Yusrizal, kita bicara objektif, katanya mitra kerja, jadi mana bentuk peduli sebagai mitra itu? Dengan keadaan ini menjadi pembelajaran tersendiri bagi dirinya untuk mengukur seberapa luas arti kata dari kata “mitra” kerja, apakah sebatas hubungan hubungan kerja tanpa mengedepankan kemanusiaan, atau hubungan karena kepentingan saja? “Ini akan menjadi pembelajaran buat kita semua khususnya DPC Demokrat agar ke depan lebih mengerti makna dari mitra kerja,” tegas Yusrizal.

“Sekali lagi saya sampaikan rasa kecewa, yang saya ungkapkan bukan karena yang meninggal adalah kader demokrat namun anggota legislatif yang notabene mitra kerja eksekutif, dengan demikian, nanti suatu saat, saya yang akan ajarkan Bupati Budi Utomo bagaimana memaknai arti mitra kerja,” kata Yusrizal.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada jawaban dari pihak eksekutif baik Bupati Budi Utomo maupun Sekdakab, dikarenakan HP Bupati tidak aktif, sementara Sekda sedang rapat. “Bapak sedang rapat Bang, nanti aja telepon lagi,” jawab ajudan saat menjawab telepon sekdakab yang tinggal di dalam mobil. (**/Zah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com