Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Menjadi Lokus Kunjungan Pelaksanaan I-Care Nasional 8 Provinsi Indonesia

Bagikan Berita

Tanggamus (HS) – Kunjungan Workshop 9 Propinsi PIU dalam peningkatan kapasitas pelaksana kegiatan Management Lingkungan Dan Sosial Program I-care di Kabupaten Tanggamus.

Ucapan Selamat Datang Pj. Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan yang diwakili Asisten Perekonomian Pembangunan Hendra Wijaya Mega kepada Kepala Balai Besar BSIP Pusat, Peserta PlU Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Konsultan World Bank, PMU I-Care di kecamatan Air Naningan, (21/06/2024).

Turut hadir dalam Penyambutan Peserta PIU 8 Provinsi Program Nasional ICare, Kadis KPTPH Catur Agus Dewanto, Kadis Lingkungan Hidup Kemas Yuspi, Plt. Kadis Perkebunan dan Peternakan Ari Priyanto, Dinas Koperasi UMKM Koperindag, Camat Air Naningan Royen dan unsur Uspika Kecamatan.

Pendampingan Koperasi Program I-care terdapat 3 Koperasi, Koperasi Tirto Kencono, Koperasi Rani dan Koperasi Rani.

Diskusi Program Pengelolaan Lingkungan dan Sosial disampaikan Kepala BSIP Lampung Dr. Rahman Jaya.

Kunjungan Lapangan Tinjau Ternak Kambing P E

Pj. Bupati dalam sambutannya menyampaikan, Saya Ucapkan Selamat Datang di Bumi Tanggamus kepada bapak/ibu dari BSIP Lampung, dan ucapan terimakasih atas pelaksanaan Kegiatan ini yang juga dimaksudkan peningkatan kapasitas petugas pelaksana program I-CARE terutama dalam hal Manajemen Lingkungan dan Sosial yakni pada rangka Agriculture Value Chain Development .

Kerangka Kerja pengelolaan Lingkungan dan Sosial atau biasa disebut ESMF (Environmental And Social         Management Framework), ini bertujuan mencari dan menyusun data terhadap potensi dampak terhadap lingkungan dan sosial yang merugikan dari pelaksanaan I-Care. 

Dengan adanya ESMF ini diharapkan terjadinya dampak negatif terhadap lingkungan maupun sosial nantinya dapat dicegah sehingga upaya Pemerintah dalam rangka peningkatan Ekonomi berbasis Pertanian Korporasi, yang digagas oleh Kementerian Pertanian RI melalui BSIP Lampung dapat dicapai sesuai dengan rencana

Seperti kita tahu bahwa Luas Calon Lokasi  program I-CARE ± 1.000 Ha yang terbagi pada  3 Kecamatan yaitu Kecamatan Ulu Belu seluas 500 Ha, Kecamatan Air Naningan 350 Ha dan Kecamatan Pulau Panggung seluas 150 Ha.

Pada program I-CARE ini komoditas yang dikembangkan adalah komoditas Kopi Robusta yang diintegrasikan dengan ternak kambing dimana kedua komoditas tersebut merupakan komoditas unggulan yang menjadi andalan pada sub sektor perkebunan dan peternakan di Kabupaten Tanggamus. 

Sebagai tambahan informasi Kabupaten Tanggamus merupakan penghasil kopi terbesar kedua di Provinsi lampung setelah Kabupaten Lampung Barat dengan total luas 41.522 Ha dengan produksi 33.921 ton/tahun, sedangkan untuk komoditas Kambing, Tanggamus menjadi salah satu penghasil kambing utama di Provisnsi Lampung sengan populasi saat ini 200.587 ekor.

Berdasarkan hasil Inventarisasi dan Identifikasi Lokasi calon ICARE pada 3 (tiga) Kecamatan telah terhimpun calon kelompok tani pelaksana beserta dengan Koperasi serta Kelembagaan lain pendukung ICARE yang ada di 3 Kecamatan teresbut, antara lain: 

Kecamatan Ulu Belu terhimpun :

  • 32 Kelompok Tani, jumlah petani 682 orang tersebar pada 10 Pekon, Luas lahan 500 Ha dengan jumlah ternak kambing sebanyak 2.256 ekor
  • Terdapat 1 Koperasi, 19 off-taker yang bergerak di bidang pengepul kopi dan blantik kambing.
  • Setelah dilakukan Inventarisasi dan pengukuran (Polygon) pada setiap lahan pada tahap 1 ini dihimpun seluas 270, 51 Ha.
  • Pada Invetarisasi tahap II diperoleh tambahan Luas di kecamatan Ulu belu seluas 350,75 Ha 

Kecamatan Air Naningan terhimpun:

  • 39 Poktan dengan jumlah petani sebanyak 647 orang, tersebar di 10 pekon, Luas lahan 350 Ha dengan jumlah ternak kambing ± 2.106 ekor
  • Terdapat 2 Koperasi, 93 offtaker yang bergerak di bidang pengepul kopi, Pengolah Kopi dan blantik kambing.
  • Setelah dilakukan Inventarisasi dan pengukuran (Polygon) pada setiap lahan pada tahap 1 ini dihimpun seluas 353,33 Ha  

Kecamatan Pulau Panggung terhimpun:

  • 14 Poktan, jumlah petani 289 orang, tersebar pada 10 pekon, Luas lahan 150 Ha dengan jumlah ternak kambing sebanyak 837 ekor.
  • Terdapat 1 Koperasi, 15 offtaker yang bergerak di bidang pengepul kopi, Pengolah Kopi dan blantik kambing
  • Setelah dilakukan Inventarisasi dan pengukuran (Polygon) pada setiap lahan pada tahap 1 ini dihimpun seluas 149,47 Ha.

Dari kondisi tersebut kegiatan I-CARE ini sangatlah strategis untuk dibentuk lembaga usaha petani,  mengingat lembaga usaha petani menjadi salah satu tonggak dalam pengembangan ekonomi jangka panjang ditingkat petani. Korporasi petani juga dapat menjadi lokomotif bagi rantai pasok hasil komoditas kopi dan kambing serta produk olahannya sehingga dapat meningkatkan nilai jual  dan daya saing petani itu sendiri.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sebuah rancangan tatanan dalam manajemen terhadap dampak lingkungan dan sosial yang timbul dari program I-CARE, sehingga program dapat berjalan sesuai dengan rencana dengan tetap menjaga lingkungan yang ada serta kondisi sosial yang tetap aman dan stabil. 

Keberhasilan program ini tentunya  akan berdampak pada meningkatnya daya saing dan nilai jual hasil para petani yang bermuara pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Daya Saing Petani  serta berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan daerah maupun nasional. (Edt)

https://www.hariansumatera.com