Jalan Rusak Parah! Jelang Panen Raya Petani Rawapitu Resah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rawapitu (HS) – Sebagai lumbung padi Kabupaten Tulang Bawang, Lampung., Petani Rawapitu menjelang Panen Raya tahun 2020, Resah..! Akibat jalan poros rusah parah yang mengakibatkan harga gabah terjun bebas, Selasa (17/03/2020).

Tanaman padi terluas dimusim rendeng , terdapat di Kampung Rawa Ragil mecapai 2400 hektar, dan kampung lainnya antara 1500 s.d 200 hektar.

Petani Rawa Pitu menagih janji Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti, ketika berkunjung ke Rawa Ragil. Menanggapi keluhan petani soal rusaknya jalan, ketika itu juga bupati memerintahkan Kepala Dinas PU Tulang Bawang untuk segera mengirimkan alat beratnya, guna meperbaik jalan yang rusak. Namun Petani kecewa janji bupati ditahun 2019, sampai Maret 2020 belum ada realisasi perbakan jalan, “Mohon bunda Winarti menepati janjnya,” kata petani kepada hariansumatera.com.

Ketua Gapoktan Rawa Ragil Sukur Anwar membenarkannya, luasan tanaman padi musim redeng tahun ini mencapai 2400 hektar.

Kehawatiran petani ada saat panen raya harga gabah akan jatuh, akibat jalan masuk kampung mengalami rusak berat. Kendala lainnya saluran tersier dan primer sudah lama mengalami pendangkalan, akan terdampak 1800 hektar, lahan ini akan kesulitan mendapatkan air dimasa musim tanam gaduh karna ada pendangkalan saluran air, lahan yang normal terairi dengan baikn mencapa 1000 hektar. Diharapkan pemnerntah terkait kondisi ini, dapat mempertahankan harga gabah kerng panen Rp4000/kg, jangan sampai jatuh terperosok di angka Rp3000/kg, kalau harga jatuh petani tidak dapat utung, semuanya habis untuk bayar utang pinjam modal tanam.

Namun soal kerusakan jalan di Kecamatan Rawa Pitu, Puncak Kepala Dinas PU Tuba, ketika dihubung ke nomor onselnya 08117914xxx berulang kali dihubungi tidak ada jawaban. Sementara Ka BPP Rawa Pitu A.Zaini, SP kepada hariansumatera.com menyebutkan luas tanam padi sawah di Kecamatan Rawa Pitu mencapai 9471 ha. 225 ha di Kamung Andalas Cermn saat ini sedang dipanen, Produksi rata 4,5 ton/ha.

Kendala serangan hama bisa teratasi, panen raya akan terjadi bulan April dan Mei, jendala lannya jalan rusak yang mengakibatkan harga gabah terancam jatuh. dan mash banyak saluran sudah mengalam pendangkalan, mengancam ratusan hektar lahan padi di musim gaduk tidak bisa terari. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com