Haduh, Warga Desa Padang Manis Pesawaran Keluhkan Penilapan Dana BLT-DD, Tapi Kades Bilang Pinjam Bukan Menilap!

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAY LIMA (HS) – Masih saja terjadi penilapan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oknum kepala desa. Semisal yang diduga terjadi di Desa Padang Manis, Way Lima, Pesawaran.

Indikasi penilapan ini muncul dari keterangan warga, tokoh masyarakat dan sesepuh, khususnya keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Padang Manis.

Seorang warga berinisial GA menyampaikan bahwa pencairan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa, terlaksana pada Kamis, 2 Juli 2020.

Menurut dia, Kades Hendri Kurniawan pada saat penyerahan bantuan di Balai Desa Padang Manis, mengumumkan di forum bahwasanya desa telah menyalurkan BLT-DD kepada 126 keluarga penerima manfaat ((KPM). Nilai BLT-DD Tahap Satu Rp600 ribu dikali 3 bulan kali 126 KPM mencapai jumlah Rp226.800.000.

Namun keluarga penerima manfaat tidak sesuai dengan kriteria peraturan Perpres dan Permendes. Jumlah penerima yang tertera di Sistem Informasi Desa (SID) juga berbeda, hanya 114 penerima.

Modus pemotongan atau penolakan dana dijelaskan Ibu NH (nama narasumber ada di redaksi). Menurut dia, pada saat hendak pencairan, dia didatangi oknum aparatur desa.

Ibu NH diminta menandatangani berkas 3 lembar. Rupanya itu berkas pencairan. Juga terdapat pernyataan dirinya telah menerima BLT Rp600ribu kali 3 bulan.

“Saat pencairan, saya hanya dikasih uang Rp300ribu. Saya tanya mana uang saya yang lain, mereka menjawab tenang. Terima dulu yang satu bulan. Lainnya menyusul,” kata dia, Jumat 23 April 2021.

Faktanya, lebih dari 6 bulan menunggu, uang bantuan tak kunjung dia terima.


Senasib, ibu IN mengatakan menerima BLT DD Tahap I bulan Juli 2020, senilai Rp300 ribu. Dan tahap kedua Rp750 ribu. Itu berarti dana yang diterima tidak pernah utuh seperti apa yang negara berikan.

Mirisnya, bukan hanya 2 atau 3 warga yang dirugikan. Menurut GA, masih ada sekitar 60 an warga yang menerima uang tidak utuh.

Apa kata Kades Hendri Kurniawan? Soal penerima yang hanya 114, dari yang tertera 126, itu merupakan kesalahan input data. Pengakuan Kades, itu sudah dilaporkan ke kecamatan dan diakui sebagai salah input data.

Bagaimana dengan jumlah uang yang tidak sesuai diterima warga? Kades mengakui dia meminjam dana itu. “Saya tidak menilap, tetapi pinjam. Dan akan dikembalikan,” katanya ketika dikonfirmasi.

Sang Kades malah meminta media untuk membocorkan siapa saja narasumber yang menuduhnya menilap dana. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com