Bappelitbang Tanggamus Selenggarakan Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung – Bappelitbang Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Tanggamus, bertempat di Ruang Rapat Utama Kabupaten Tanggamus, (Senin (04/10/2019).

Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i selaku Ketua TKPK Kabupaten Tanggamus dihadiri oleh 13 OPD, 20 Kecamatan, BPS Kabupaten Tanggamus serta Koodinator SLRT, PKH Kabupaten Tanggamus.

Wakil Bupati mengatakan agar terbangun Sistem percepatan penurunan angka kemiskinan yang komprehensif, integratif dan partisipatif maka Perlu adanya Sinergitas dan Kesepahaman antar Pemangku Kepentingan terkait Penanggulangan Kemiskinan. Memanfaatkan data SIKS-NG dalam menetapkan SASARAN intervensi program penanggulangan kemiskinan, ujarnya.

Kepala BPS Kabupaten Tanggamus, Sugaryadi,SE.,MM memaparkan pada Tahun 2018 Tingkat Kemiskinan Kabupaten Tanggamus MENURUN, menjadi 12,48 Persen dan Jumlah Penduduk Miskin BERKURANG menjadi 73,77 ribu jiwa ( menempati urutan ke- 9 dari 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung ). Disamping itu, Tingkat Pengangguran Menurun menjadi 2,23 Persen dan Jumlah Penganggur BERKURANG menjadi 7.199 orang, sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) MEMBAIK menjadi 65,67.

Kepala Bappelitbang Kabupaten Tanggamus, Hendra Wijaya Mega,ST.,MT.,MM selaku Moderator menyimpulkan beberapa Komitmen Bersama yang dihasilkan dalam acara ini antara lain :

  1. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) di Pekon yang belum memiliki BUMDES. Saat ini Kabupaten Tanggamus telah memiliki 132 unit BUMDES.
  2. Pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial ( Puskessos ) di setiap Pekon. Saat ini baru terdapat 2 unit Puskessos yaitu Pekon Gisting Bawah dan Batu Kramat.
  3. Up-Dating Data miskin melalui SIKS-NG harus dilakukan secara berkala, agar TEPAT SASARAN.
  4. Penyediaan Operator SIKS-NG bagi Pekon yang belum memiliki.
  5. Penyediaan Website dan Internet di setiap Pekon menuju Kabupaten Tanggamus yang “ SMART CITY”.
  6. Penambahan Penyuluh Keluarga Berencana ( PLKB ) di Kabupaten Tanggamus. Saat ini hanya memiliki 70 orang PLKB.
  7. Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk menunjang ekonomi kerakyatan dalam penanggulangan kemiskinan. Memberikan akses dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha berskala mikro dan kecil.
  8. Penyediaan 5 unit Randis Roda Dua untuk Dinas Kesehatan.
  9. Peningkatan Kapasitas Petani untuk menunjang produksi Pertanian (secara Organik ).
  10. Menciptakan lapangan kerja khususnya sektor Pariwisata dengan membentuk dan memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS).
  11. Prioritas Program/Kegiatan ke Daerah Terpencil. (*/Meg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com