Atasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon di Lampung Utara

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – PT Pertamina menambah alokasi pasokan gas elpiji tabung 3 kg (melon) di wilayah Kabupaten Lampung Utara Mulai hari ini, Senin (27/7/20),

Salah satunya di Agen PT Eka Windu milik pengusaha gas tergabung dalam himpunan pengusaha minyak dan gas (hiswana-migas), Hadi. Menurutnya, terdapat penambahan lebih dari seribu tabung perdua hari. Dari sebelumnya sebanyak 2800 tabung elpiji 3kg/hari, menjadi lebih dari 3000 tabung/hari.

“Mulai hari ini penambahannya, ya hampir 25% kalau ditempat saya. Kurang tahu di tempat lain, “kata dia hari ini.

Hadi menjelaskan, untuk harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan keputusan Gubernur dikisaran Rp18 ribu/tabung. Yang dikeluarkan di Tahun 2020, dari sebelumnya Rp 16.500/tabung.

“Kalau dilapangan kita lihat ya, itu masalahnya akibat pendemi dan menjelang Idul Adha. Dan selama ini berjalan baik sampai dengan ditingkat pangkalan, “terangnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan beberapa pangkalan elpiji mengalami kekosongan, jarang terlihat ada elpiji tabung 3kg. Menurut penuturan beberapa penduduk sekitar mereka jarang membelinya dipangkalan karena sering tak ada, sehingga membelinya diwarung biasa menyediakan itu. Ketika dikonfirmasi terkait hal ini Hadi mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian itu, namun akan menulusuri dilapangan.

“Kalau untuk pangkalan, masih dalam pengawasan kita. Tapi kebawah itu yang sedang didalami, karena kita tahu dilapangan sering kali itu dibeli konsumen. Sehingga ludes, dan mereka tidak ada hak untuk menaham selagi ada pembelinya, “tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada pangkalan untuk menjualnya langsung kepada warga pengguna langsung, Sehingga tidak jatuh kepada oknum mencari keuntungan semata, sementara masyarakat benar benar membutuhkan tidak mendapatkannya.

“Kita akan sidak, untuk memastikan itu. Bahwasanya gas elpiji 3 kg untuk masyarakat menengah kebawah. Bukan kaya apalagi sampai digunakan oleh pengusaha besar, “terangnya.

Pantauan dilapangan, masyarakat membeli tabung isi ulang elpiji 3kg di warung-warung biasa menyediakan piranti masak bagi warga menengah kebawah disana. Jarang sekali mereka membelinya dipangkalan, karena sering tak ada. Sehingga asumsi liar timbul, menjadi komoditas oleh oknum mencari keuntungan besar. Khususnya saat diperlukan seperti memasuki hari besar keagamaan, macam Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha.

“Fakta demikian, jadi kami berasumsi ini telah lama menjadi permainan. Dan berharap kepada pihak terkait dapat memberikan solusi, sebab, masyarakat menenfah bawahlah yang paling merasakan dampaknya, “ujar salah seorang warga disana.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Lampura, Hendri mengatakan pada saat ini proses pendistribusian penambahan kuota khusus elpiji 3 kilogram mulai direalisasikan oleh para agen disana. Selain pendistribusian secara serentak, juga mereka melaksanakan sidak sekaligus pengawalan dilapangan, guna memastikan berjalan seperti diharapkan.

” itu sudah distribusikan dan mereka (agen) juga memantau sampai dilapangan, sekaligus sidak guna mengetahui kondisi real dilapangan. Untuk masalah pembatasan, itu sampai dengan saat ini belum ada petunjuk atau peraturan khususnya,” Tukas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hendri. (*/ef).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com